Walau kami orang Pinggiran Tapi Pengetahuan Kami Mendunia

Rabu, 06 April 2011

RPP Pengelasan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NAMA SEKOLAH                           :
MATA PELAJARAN                      : Kompetensi Kejuruan
KELAS/SEMESTER                       : X/ 2 (Genap)
STANDAR KOMPETENSI                        : Melaksanakan prosedur  pengelasan
KODE KOMPETENSI                    :
KOMPETENSI DASAR                 : Pelaksanaan prosedur pengelasan
INDIKATOR                                    : 1. Mempelajari bahan pengelasan
2. Mempelajari Elektroda dan klasifikasiannya berdasarkan bahan elektroda pengelasan
ALOKASI WAKTU                         : 2 x 45 Menit.

1.      Tujuan Pembelajaran
§  Siswa dapat mendeskripsikan macam-macam bahan pengelasan.
§  Siswa dapat mendefinisikan sifat kandungan bahan pengelasan.
§  Siswa dapat mengklasifikasikan macam-macam bahan pengelasan.
§  Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bahan pengelasan

2.      Materi Pembelajaran
2.1               Macam-macam bahan pengelasan (tambahan materi sebelumnya) :
a.       Perunggu    c. Baja           d. Besi tuang
b.      Kuningan   e. Tembaga    f. Alumunium
2.2     Macam-macam elektroda dan klasifikasiannya berdasarkan bahan elektroda pengelasan.
Materi
2.1 Macam-macam bahan pengelasan (tambahan materi sebelumnya)
a. Perunggu
Logam ini adalah perpaduan antara tembaga dan timbel yang  dicampur dengan unsur lain, pada umumnya paduan perunggu terdiri dari 87% tembaga, 9% timbel, 2% seng dan 2% timah. Perunggu fosfor adalah paduan tembaga dan timbel yang bercampur fosfor sekitar (0,5 – 0,8% P) sehingga membuat perunggu mempunyai sifat yang keras, liat dan mudah dicairkan. Perunggu mangan adalah paduan tembaga dan timbel yang bercampur dengan unsur mangan sekitar 10% Mn (Mangan) dan logam ini tahan terhadap air laut, logam perunggu ini sangat mudah untuk dilas dengan mempergunakan elektroda dari bahan perunggu, fosfor atau perunggu mangan. Titik temperatur lebur perunggu ini serupa dengan titik lebur tembaga yaitu mencapai 1083 0C.
b. Kuningan
    Kuningan adalah paduan tembaga dan seng dimana sewaktu dilas akan terjadi penguapan dari unsur seng dan menutupi gas dalam kampuh las sehingga pada waktu mengelas logam ini uap seng yang menguap harus di singkirkan dengan alat pengisap karena uap seng ini sangat berbahaya bagi kesehatan tukang las. Kuningan yang mengandung kadar seng kurang dari 35% dapat dilas dan makin sedikit kadar seng makin mudah pengelasannya, elektroda yang dipergunakan untuk mengelas logam ini adalah elektroda yang terbuat dari bahan perunggu fosfor. Titik temperatur lebur kuningan ini disesuaikan dengan kandungan banyaknya kadar seng yaitu titik leburnya mulai dari 1083 0C sampai 1200 0C.


2.2  Macam-macam elektroda dan klasifikasiannya berdasarkan bahan elektroda   
       pengelasan.
◙ Elektroda Las
Elektroda Las disebut juga ”Kawat Las”, dimana terdiri dari suatu teras logam yang dilapisi oleh suatu lapisan yang terdiri dari campuran beberapa zat kimia.
Pada umumnya elektroda terbalut terdiri dari 3 bagian yakni :
a)      Elektroda berbalut tipis ► Elektroda ini mempunyai tebal lapisan 0,1 mm.
b)      Elektroda berbungkus tebal ► Elektroda ini mempunyai lapisan sekitar 1-3 mm.
c)      Elektroda tidak berbalut (polos)

◙ Macam-macam klasifikasi elektroda berselaput sebagai berikut :
1.      Elektroda baja lunak ► Dari berbagai macam jenis elektroda baja lunak perbedaannya hanyalah pada jenis selaputnya, sedangkan kawat intinya sama.
2.      Elektroda dengan selaput serbuk besi ► Selaput elektroda jenis ini mengandung serbuk besi untuk meningkatkan efesiensi pengelasan, umumnya selaput elektroda akan lebih tebal dengan bertambahnya persentase serbuk besi, dengan adanya serbuk besi dan bertambah tebalnya selaput akan memerlukan Amper yang lebih tinggi.
3.      Elektroda Hydrogen rendah ► Selaput jenis ini mengandung hydrogen yang rendah, kurang dari 0,5% sehingga deposit las juga dapat bebas dari porositas (rongga yang dilas), elektroda ini dipakai untuk pengelasan yang memerlukan mutu tinggi, bebas porositas, misalnya untuk pengelasan bejana dan pipa yang mengalami tekanan.  
4.      Elektroda untuk besi tuang ► Elektroda yang dipakai untuk mengelas besi tuang tidak dibuat dari besi tuang, besi tuang dilas listrik dengan elektroda yang dibuat dari beberapa jenis logam yang berlainan, antara lain : elektroda baja, elektroda nikel, elektroda perunggu, elektroda dengan hydrogen rendah.
a.       Elektroda Nikel ► Elektroda jenis ini dipakai untuk mengelas besi tuang bila hasil las masih dikerjakan lagi dengan mesin, rigi yang dihasilkan adalah rata dan halus bila dipakai pada mesin las DC katub terbalik.
b.      Elektroda Baja ► Elektroda jenis ini dipakai untuk mengelas besi tuang agar menghasilkan deposit las yang kuat sehingga tidak dapat dikerjakan dengan mesin, elektroda ini dipakai bila hasil pengelasn tidak dikerjakan lagi.
c.       Elektroda perunggu ► Hasil pengelasannya tahan terhadap keretekan sehingga panjang las dapat ditambah.
d.      Elektroda Hydrogen rendah ► Elektroda jenis ini pada dasarnya dipakai untuk baja yang dapat mengandung Carbon (C) kurang dari 1,5% tetapi juga dapat dipakai pada pengelasan besi tuang dengan hasil yang baik, hasil pengelasnnya tidak dapat dikerjakan dengan mesin.
5.      Elektroda untuk alumunium ► Alumunium dapat dilas dengan listrik dan elektroda yang dibuat dari logam yang sama.
6.      Elektroda untuk pelapis keras
Tujuan pelapis keras dari segi kondisi pemakaian yaitu agar alat atau bahan tahan terhadap kikisan, pukulan dan tahan karat.
Klasifikasi untuk pelapis keras digolongkan menjadi 3 jenis yaitu :
a.       Elektroda tahan kikisan ► Dibuat dari tabung khrom karbida yang diisi dengan serbuk-serbuk karbida. Elektroda ini dapat dipakai untuk pelapis keras permukaan pada sisi potong yang tipis, peluas lubang dan beberapa tipe pisau.
b.      Elektroda tahan pukulan ► Dipakai untuk pelapis keras bagian pemecah dan palu.
c.       Elektroda tahan karat dan aus ► Dbuat dari paduan-paduan non ferro yang mengandung (Co-Cobalt), (Wo-Wolfram), (Cr-Chrom), biasanya dipakai untuk pelapis keras permukaan katup buang dan dudukan katup dimana temperatur dan keausan sangat tinggi.
7.      Elektroda untuk magnesium ► Semua jenis Magnesium dapat dilas dengan proses arus gas tungsten (TIG = Tungsten Inert Gas). Pengelasan dapat dilakukan tanpa atau dengan logam pengisi yang sama jenis dan komposisinya, magnesium tidak dapat disambungkan dengan logam lain hanya dapat disambungkan terhadap logam dari jenis yang sama dan hanya bisa dilas dengan logam pengisi yang sama pula.

8.      Elektroda untuk tembaga ► Semua jenis campuran tembaga dapat dilas meskipun pengelasannya mudah dan sulit. Pada waktu mengelas bahan tembaga dan campurannya adapun proses-proses las yang dapat dipergunakan antara lain : tekanan api gas lemah. Campuran tembaga dengan seng yang tinggi adalah paduan dapat dilas tetapi mendatangkan keburukan dan kesulitan karena timbulnya uap seng, untuk mencegahnya maka ventilasi ruangan las yang baik sangat diperlukan sewaktu mengelas logam ini.


3.      Skenario Pembelajaran
Skenario Pembelajaran
Guru
Siswa
Metode
Waktu (menit)
Kegiatan Awal
Salam pembukaan, Do’a, Presensi, Memberi motivasi kepada siswa pentingnya belajar keterampilan las.

Menjawab salam, berdoa, tunjuk jari, mendengarkan penjelasan dari guru.
Ceramah
-
Kegiatan Inti
1.  Refleksi materi sebelumnya (guru bertanya)
-    Pemahaman siswa tentang las.
-    Perlengkapan kerja saat proses kegiatan las.

2.  Macam-macam bahan pengelasan (tambahan materi sebelumnya). (2.1).


3.  Macam-macam elektroda dan klasifikasiannya berdasarkan bahan elektroda pengelasan (2.2).

1. Menjawab pertanyaan guru dan mendapatkan penilaian tersendiri sesuai dengan kemampuan siswa.




2. Mendengarkan penjelasan,  mencatat dan bertanya.



3. Mendengarkan penjelasan,  mencatat dan bertanya.

Tanya Jawab.






Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab

Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab

20 Menit







20 Menit




30 Menit




Kegiatan Akhir
Kesimpulan materi, mengetahui penguasaan materi dari siswa dan Memberikan tes (terlampir), Salam penutup.

Membuat kesimpulan, Mengerjakan soal, Menjawab salam.
Tes tertulis
20 Menit
Total Waktu
90 Menit

4.    Sumber Belajar
o  Daryanto. 1986. Teknik Mengelas dan Kerja Pelat. Bandung: Tarsito.
o  Herlambang. 2002. Dasar Materi Pengelasan. Jakarta: Bumi Aji.


5.        Metode, Alat dan Bahan Belajar
Metode                              Alat                                         Bahan Belajar
o   Ceramah.                     - White Board.                                    - Media Komputer
o   Tanya Jawab.              - kapur atau spidol.
o  Diskusi .                       - penghapus.
o  Tes Tertulis.                

6.        Penilaian Hasil Belajar
o  
6.      Penilaian Hasil Belajar

……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………..
 
Dari keaktifan siswa dikelas baik dalam bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, (berhak mendapat nilai khusus).
o   Pada penilaian/rubrik penilaian untuk soal dalam materi ini dinilai sebagai berikut:
Bentuk Penilaian : Tes Tulis
Instrumen Penilaian
Skor
1.    Sebutkan sekurang-kurangnya 6 (enam) macam-macam bahan pengelasan?
2.    Jelaskan campuran pada paduan bahan perunggu dan titik leburnya?
3.    Jelaskan campuran pada paduan bahan kuningan dan titik leburnya?
4.    Sebutkan 3 (tiga) balutan elektroda?
5.    Sebutkan macam-macam klasifikasi elektroda berselaput dan berikan uraian penjelasannya?

Kunci jawaban
1.      Perunggu, kuningan, baja, tembaga, besi tuang dan alumunium.
2.      Perpaduan antara tembaga dan timbel juga adakalanya dicampur dengan unsur lain, pada umumnya paduan perunggu terdiri dari 87% tembaga, 9% timbel, 2% seng dan 2% timah. Titik lebur perunggu serupa dengan titik lebur tembaga yaitu mencapai 1083 0C.
3.      Perpaduan tembaga dan seng. Titik temperatur lebur kuningan ini disesuaikan dengan kandungan banyaknya kadar seng yaitu titik leburnya mulai dari 1083 0C sampai 1200 0C.
4.      Pada umumnya elektroda terbalut terdiri dari 3 bagian yakni :
1. Elektroda berbalut tipis ► Tebal lapisan elektroda 0,1 mm.
2. Elektroda berbungkus tebal ► Lapisan Elektroda sekitar 1-3 mm.
3. Elektroda tidak berbalut (polos)
5.      Macam-macam klasifikasi elektroda berselaput :
1.   Elektroda baja lunak » Perbedaan pada selaput dan kawat intinya sama.
2.   Elektroda selaput serbuk besi » meningkatkan efesiensi pengelasan.
3.   Elektroda Hydrogen rendah » untuk pengelasan yang memerlukan mutu tinggi, bebas porositas dan bejana pada pipa yang mengalami tekanan.
4.   Elektrode besi tuang » untuk pengelasan besi tuang dilas listrik dengan elektroda jenis logam yang berlainan antara lain : elektroda baja, elektroda nikel, elektroda perunggu, dan elektroda dengan hydrogen rendah.
5.   Elektroda alumunium » proses pengelasan harus elektroda yang sama.





10
15



15

20



40

7.   Kriteria kelulusan
Bentuk Penilaian
Instrumen Penilaian
Kognitif








Afektif
Siswa dapat menjawab pertanyaan yang diajukan
0-69     = Belum memenuhi kriteria kelulusan
70-79   = Memenuhi kriteia kelulusan dengan bimbingan
80-89   = Memenuhi kriteia kelulusan tanpa bimbingan
90-100 = Diatas minimal dan tanpa bimbingan

Remidi khusus nilai tes tulis kurang dari 70.
Nilai diatas 70 dapat melanjutkan kemateri selanjutnya.

Sikap siswa :
A.    Siswa tekun memperhatikan dalam KBM
B.     Siswa tekun bertanya KBM
C.     Siswa tidak memperhatikan dan pasif dalam bertanya serta tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar.


8.   Kesimpulan
Pada dasarnya hal yang terpenting dalam proses pengelasan adalah memperhatikan bahan pengelasan serta bahan elektroda yang akan digunakan untuk mempermudah kegiatan mengelas serta selalu memperhatikan keselamatan kerja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut