Walau kami orang Pinggiran Tapi Pengetahuan Kami Mendunia

Minggu, 07 Agustus 2011

PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI INDONESIA


A.    Makna problematika dan masalah pendidikan di Indonesia
Problematika atau masalah dalam pengertiannya adalah sesuatu yang menghambat atau menganjal pada suatu proses atau sistem yang berjalan, sedangkan Pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap si terdidik dalam hal perkembangan jasmani, moral, intelektual, etika serta rohani untuk kepentingan pribadi dirinya dan masyarakat sehingga dapat melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama dengan sebaik-baiknya.
      Sehingga, problematika dan masalah pendidikan dapat diartikan sesuatu yang dapat menghambat dan menganjal suatu proses untuk melakukan bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap si terdidik dalam hal perkembangan jasmani, moral, intelektual, etika serta rohani untuk kepentingan pribadi dirinya dan masyarakat sehingga dapat melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama dengan sebaik-baiknya.

B.     Masalah-masalah Pokok Pendidikan di Indonesia
Sistem pendidikan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan social budaya dan masyarakat sebagai suprasistem. Pembangunan sistem, pendidikan tidak mempunyai arti apa-apa. Jika tidak sinkron dengan pembangunan nasional. Kaitan yang erat antara bidang pendidikan sebagai sistem dengan sistem social budaya sebagai suprasikstem tersebut dimana system pendidikan menjadi bagiannya,menciptakan kondisi yang sedemikian rupa. Sehingga permasalahan intern system pendidikan itu menjadi sangat kompleks. Artinya, suatu permasalahan intern dalam system pendidikan selalu ada kaitan dengan masalah-masalah diluar system pendidikan itu sendiri. Misalnya masalah mutu hasil belajar suatu sekolah tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat disekitarnya.
Pada dasarnya ada dua masalah pokok yanmg dihadapi oleh dunia pendidikan di tanah air kita dewasa ini yaitu:
-                Bagaimana semua warga negara dapat menikmati kesempatan pendidikan.
-                Bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan kerja yang mantap untuk dapat terjun ke dalam kancah kehidupan masyarakat.

C.    Jenis-jenis Masalah Pendidikan di Indonesia dan Penanggulangannya
Pada bagian ini ada empat masalah pokok pendidikan yang telah menjadi kesepakatan nasional yang perlu diprioritaskan penanggulannya masalah yang dimaksud yaitu:
1.      Masalah Pemerataan Pendidikan
Dalam melaksanakan fungsinya sebagai wahana untuk memajukan bangsa dan kebudayaan nasional. Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana system pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan ini menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan.
Masalah pemerataan ini timbul apabila masih banyak warga negara khususnya anak usia sekolah yang tidak dapat ditampung di dalam system atau lembaga pendidikan karena kurangnya fasilitas pendidikan yang tersedia. Minat dan kemampuan anak, keperluan tenaga kerja dan keperluan pengembangan masyarakat, kebudayaan, ilmu dan teknologi.
Penanggulangan masalah pemertaan pendidikan ini cara konvensional antara lain:
Sehubungan dengan itu yang perlu digalakkan. Utamanya untuk pendidikan dasar ialah membangkitkan kemauan belajar bagi masyarakat keluarga yang kurang mampu agar mau menyekolahkan anaknya.
Cara inovatif antara lain:
-          Sistem pamong (pendidikan oleh masyarakat, orang tua dan guru)
-          SD kecil pada daerah terpencil
-          SMP terbuka



2.      Masalah mutu pendidikan
Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf yang seperti diharapkan. Penetapan mutu hasil pendidikan pertama dilakukan oleh lembaga penghasil sebagai produsen tenaga terhadap calon luaran, dengan system sertifikasi. Selanjutnya jika luaran tersebut terjun ke lapangan kerja. Penilaian dilakukan oleh lembaga pemakai sebagai konsumsin tenaga dengan system tes unjuk kerja.
Jadi mutu pendidikan pada akhirnya dilihat pada keluarannya. Jika tujuan pendidikan nasional dijadikan kriteria misalnya hasil EBTANAS dan lain-lain tersebut dipandang sebagai gambaran tentang hasil pendidikan padahal hasil belajar yang bermutu karena mungkin dicapai melalui proses belajar yang bermutu. Jika proses belajar tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar yang bermutu.
Penanggulangan masalah mutu pendidikan dalam hal-hal yang bersifat fisik dan perangkat lunak, personalia dan manajemen.
-                pengembangan kemampuan tenaga kependidikan melalui studi lanjut misalnya berupa pelatihan, penataran, seminar
-                Penyempurnaan kurikulum misalnya dengan memberi materi yang lebih esensial.
-                Pengembangan prasarana yang menciptakan lingkungan yang tenteram untuk belajar.
3.      Masalah efisiensi Pendidikan
Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu system pendidikan mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika penggunaannya hemat dan tepat sasaran dikatakan efisiensinya tinggi. Jika terjadi yang sebaliknya efisiensinya berarti rendah.
Permasalahan efisiensi ini dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:
a.        efisiensi yang berkaitan dengan sumber daya manusia yaitu guru
peranan guru sangat penting dalam pencapaian efisiensi pendidikan karena guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan. Masalah yang timbul dalam efisiensi pendidikan ini adalah kurangnya kesejahteraan dan profesionalisme guru.
b.      efisiensi yang berkaitan dengan sumber daya yang berupa dana pendidikan yaitu anggaran pemerintah
sumber dana yang berupa anggaran dari pemerintah merupakan suatu kebutuhan yang vital bagi pendidikan karena dari anggaran ini pendidikan di indonesia dapat diselenggarakan. Pemerintah indonesia telah menetapkan melalui undang-undang anggaran dana untuk pendidikan minimal 20%.akan tetapi pada prakteknya banyak dana yang terbuang percuma dan tidak  efisien.contoh dari masalah ini adalah sebagai berikut:
-                              perubahan kurikulum yang terlalu sering membawa akibat tidak dipakainya lagi paket siswa dan buku pegangan guru. Sehingga perlu pembuatan buku-buku baru sesuai kurikulum yang baru,hal ini mengakibatkan pengeluaran extra pada anggaran pendidikan.
-                              Pembuatan sarana dan prasarana pada sekolah yang tujuannya nuntuk meningkatkan pendidikan tetapi pada kenyataannya setelah sarana dan prasana di buat, tidak dimanfaatkan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar disekolah.
-                              Masih banyaknya penyelewengan dana pendidikan sehinga mengurangi efisien dan pendidikan.
Dari permasalahan diatas dapat ditanggulangi dengan pemecahan masalah sebagai berikut:
-                              Kurikulum dibuat dan dirancang oleh suatu tim yang ahli dimasing-masing bidangnya dan melibatkan seluruh komponen yang berkaitan dengan pendidikan, sehingga kurikulum yang dibuat dapat berlaku untuk jangka panjang, hal ini mempunyai efek yang banyak terhadap efisiensi pendidikan diantaranya adalah: efiensi buku pelajaran, efisiensi buku pengangan guru, efisiensi tenaga guru, efiensi anggaran untuk biaya perancangan kurikulum.
-                              Pembuatan sarana dan prasaran harus disertai dengan penambahan pengetahuan guru untuk memanfaatkan dan mendayagunakan sarana dan prasarana terssebut guna mempermudah pemahaman siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
-                              Perbaikan sistem penyaluran anggaran untuk pendidikan sehingga mempersempit ruang untuk menyelewengkan anggaran pendidikan.
-                              Optimalisasi pengawasan dari pemerintah dan masyarakat untuk pengawal tewujudnya efisiensi pendidikan.
4.      Masalah relevansi pendidikan
Masalah relevansi pendidikan mencakup sejauh mana system pendidikan dapat menghasilkan iuran yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, yaitu masalah-masalah seperti yang digambarkan dalam rumusan tujuan pendidikan nasional.
Luaran pendidikan diharapkan dapat mengisi semua sector pembangunan yang beraneka ragam seperti sector produksi maka relevansi pendidikan dianggap tinggi.
Penanggulangan relevansi pendidikan ini antara lain:

-                Dapat nmenyediakan kesempatan pemerataan belajar artinya semua warga negara yang butuh pendidikan dapat ditampung dalam suatu satuan pendidikan.
-                Dapat mencapai hasil yang bermutu artinya: perencanaan, pemrosesan pendidikan dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.
-                Produknya yang bermutu tersebut relevan artinya hasil pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan.




D.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Berkembangnya Masalah Pendidikan di Indonesia
1.      Perkembangan IPTEK dan Seni
a.      Perkembangan IPTEK
Terdapat hubungan yang erat antara pendidikan dengan IPTEK. Ilmu pengetahuan merupakan hasil eksplorasi secara system dan terorganisasi mengenai alam semesta, dan teknologi adalah penerapan yang direncanakan dari ilmu pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Sebagai contonya yaitu sering suatu teknologi baru yang digunakan dalam suatu proses produksi menimbulkan kondisi ekonomi social baru lantaran perubahan persyaratan kerja, dan mungkn juga penguraian jumlah tenaga kerja atau jam kerja, kebutuhan bahan-bahan baru, system pelayanan baru, sampai kepada berkembangnya gaya hidup baru, kondisi tersebut minimal dapat mempengaruhi perubahan isi pendidikan dan metodenya, bahkan mungkin rumusan baru tunjangan pendidikan, otomatis juga sarana penunjangnya seperti sarana laboratorum dan ketenangan,. Semua perubahan tersebut tentu membawa masalah dalam skala nasional yang tidak sedikit memakan biaya.
b.      Perkembangan Seni
Kesenian merupakan aktivitas berkreasi manusia, secara individual ataupun kelompok yang menghasilkan sesuatu yang indah. Berkesenian menjadi kebutuhan hidup manusia. Melalui kesenian manusia dapat menyalurkan dorongan berkreasi (mencipta) yang bersifat orisinil (bukan tiruan)dan dorongan spontanitas dalam menemukan keindahan. Seni membutuhkan pengembangan.
Di lihat dari tujuan segi pendidikan yaitu terbentuknya manusia seutuhnya, aktivitas kesenian mempunyai andil yang besar karena dapat mengisi pengembangan dominan afektif khususnya emosi yang positif dan konstruktif serta keterampilan di samping domain kognitif yang sudah di garap melalui program/bidang studi yang lain.
Di lihat dari segi lapangan kerja, dewasa ini dunia seni dengan segenap cabangnya telah mengalami perkembangan pesat dan semakin mendapat tempat dalam kehidupan masyarakat.

2.      Laju Pertumbuhan Penduduk
Masalah kependudukan dan kependidikan bersumber pada 2 hal, yaitu :
a.      Pertambahan penduduk
Dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka penyediaan prasarana dan sarana pndidikan beserta komponen penunjang terselenggaranya pendidikan harus di tambah.  Dan ini berarti beban pembangunan nasional menjadi bertambah. Pertambahan penduduk yang dibarengi dengan meningkatnya usia rata-rata dan penurunan angka kematian, mengakibatkan berubahnya struktur kependudukan. Dengan demikian terjadi pergeseran permintaan akan fasilitas pendidikan.


b.      Penyebaran penduduk
Penyebaran penduduk di seluruh pelosok tanah air tidak merata. Ada daerah yang padat penduduk dan ada pula yang jarang penduduknya. Hal itu akan menimbulkan kesulitan dalam penyediaan sarana pendidikan. Sebagai contohnya adalah dibangunnya SD kecil untuk melayani kebutuhan akan pendidikan di daerah terpencil, di samping SD yang regular. Disamping persebaran pendudukdengan pola statis tersebut, juga perlu diperhitungkan adanya arus perpindahan penduduk dari desa ke kota yang terus menerus terjadi. Peristiwa ini menimbulkan pola yang dinamis dan labil yang lebih menyulitkan perencanaan penyediaan sarana pendidikan. Pola yang labil ini juga akan merusak pola pasaran kerja yang seharusnya menjadi acuan dalam pengadaan tenaga kerja.


3.      Aspirasi Masyarakat
Orang mulai melihat bahwa untuk dapat hidup yang lebih layak dan sehat harus ada pekerjaan yang tetap dan menopang, dan pendidikan memberikan jaminan untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan menetap itu. Pendidikan di anggap memberikan jaminan bagi peningkatan taraf hidup dan pendakian ditangga social.

4.      Keterbelakangan Budaya dan Sarana Kehidupan
Sesungguhnya tidak ada kebudayaan yang secara mutlak statis, tidak mengalami perubahan. Sekurang-kurangnya bagian unsur-unsurnya berubah jika tidak seluruhnya secara utuh. Tidak ada kebudayaan yang tidak berubah. Berubahnya unsur-unsur kebudayaan tersebut tidak selalu bersamaan satu dengan yang lain. Ada unsure yang lebih cepat dan ada yang lambat laun berubah, namun yang jelas terjadinya perubahan tidak pernah terhenti sepanjang masa, bahkan perubahan baru kea rah negative.
Perubahan kebudayaan terjadi karena adanya penemuan baru dari luar maupun dari dalam masyarakat itu sendiri. Ketebelakngan budaya terjadi karena ;
v Letak geografis tempat tinggal suatu masyarakat (misal terpencil)
v Penolakan masyarakat terhadap datangnya unsur budaya baru karena tidak dipahami atau karena dikhawatirkan akan merusak sendi masyarakat
v Ketidakmampuan masyarakat secara ekonomis menyangkut unsure kebudayaan tersebut
Sehubungan dengan faktor penyebab terjadinya keterbelakangan budaya umumya dialami oleh:
v Masyarakat daerah terpencil
v Masyarakat yang tidak mampu secara ekonomis
v Masyarakat yang kurang terdidik
E.     Permasalahan Aktual Pendidikan Dan Penanggulangannya

1.      Permasalahan Aktual Pendidikan di Indonesia
Permasalahan aktual pendidikan di Indonesia sangat kompleks dan semakin berkembang sejalan dengan perkembangan zaman dan kemapanan sumber daya manusia. Masalah masalah tersebut antara lain:
a.       Masalah Keutuhan Pencapaian sasaran
b.      Masalah Kurikulum
c.       Masalah Peranan Guru
d.      Masalah Pendidikan Dasar 9 Tahun
2.      Upaya Penanggulangan
Beberapa upaya dilakukan untuk menanggulangi masalah masalah aktual tersebut, diantaranya:
a.       Pendidikan efektif perlu ditingkatkan secara terprogram.
b.      Pelaksanaan kegaitan kurikuler dan ekstrakurikuler dilakukan dengan penuh kesungguhan dan diperhitungkan dalam penentuan nilai akhir ataupun kelulusan
c.       Melakukan penyusunan yang mantap terhadap potensi siswa melalui keragaman jenis program studi.
d.      Memberi perhatian terhadap tenaga kependidikan(prajabatan dan jabatan)


DAFTAR PUSTAKA
Marimba, Ahmad D., Pengantar Filsafat Pendidikan. Cet .IV. Bandung, Al-Maarief, 1980.
Agus Sujanto, Halem Lubis, Taufik Hadi. Psikologi Kepribadian. PT Bumi Aksara. Jakarta, 2004.
I.M. Thoyib, Sugiyanto. Islam dan Pranata Sosial Kemasyarakatan. PT Remaja Rosdakarya. Bandung, 2002.
Drs.H.Hamdani Ihsan dan Drs.H.A.Fuad Ihsan. Filsafat Pendidikan Islam. Pustaka Setia. Bandung.
Furqon,Ph.D . Konsep dan Aplikasi Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar. Pustaka Bani Quraisy. Bandung, 2005.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut